Selasa, 24 Juni 2025

Poros Arm

Poros arm (atau shaft arm) adalah bagian mekanis yang berfungsi sebagai penghubung dan pendukung gerakan rotasi atau ayunan antara dua komponen dalam sistem mekanik, terutama pada:

  • Sistem suspensi kendaraan (misal: trailing arm atau control arm)
  • Sistem transmisi atau penggerak
  • Sistem penggerak motor (misalnya motor listrik)
  • Peralatan industri dengan gerakan lengan (arm)

Fungsi utamanya:

  • Menyalurkan gaya torsi atau gerakan rotasi
  • Menjaga posisi komponen agar tetap stabil saat bergerak
  • Menyerap beban dari arah lateral atau vertikal

Pattern Poros Arm










Prinsip kerjanya bergantung pada sistem di mana poros arm digunakan, tetapi secara umum:

  1. Meneruskan Gerakan atau Gaya
    Poros arm menerima gaya torsi dari motor atau sistem penggerak dan menyalurkannya ke bagian lain.
  2. Menahan Beban
    Poros juga menahan beban lentur (bending) dan torsi (twisting), baik dari berat kendaraan, guncangan, atau medan jalan.
  3. Berputar atau Mengayun
    Dalam suspensi, poros arm bisa berayun mengikuti gerakan roda (seperti trailing arm), dan dikembalikan ke posisi netral oleh per dan damper.

Benda Cor Poros Arm 



















Sifat yang harus dimiliki oleh poros Arm antara lain :
  1. Kuat terhadap beban
  2. Tahan terhadap torsi
  3. Tahan aus
  4. Tahan fatigue
  5. Kekakuan tinggi
  6. Ringan tapi kuat
  7. Kemampuan machinability
Material :
  1. FCD
  2. Steel
  3. Sebagian besi cor untuk yang beban kerja ringan



Kamis, 01 Desember 2022

Urutan pembuatan benda cor logam

Dalam pembuatan benda cor harus hati-hati dan banyak yang harus di perhitungkan

Perancangan Tuangan (dari gambar teknik dirancang layout dan ukuran gatting sistem, ukuran penambah, jumlah penambah, dengan tujuan benda cor nanti ukuran ideal dan tidak terjadi keropos.

Pembuatan Pattern/ Pola

Pembuatan Cetakan
 
Proses Peleburan
 
 
Proses Penuangan pada cetakan Ring

 
Pembongkaran Cetakan, pembersihan pasir sisa, pemotongan sistem saluran dan penambah

 sehingga hasil benda kerja bersih

 

proses pembubutan

 

 Pengeboran


 painting

Packing








 

Kamis, 13 Agustus 2020

Kowi/Krusibel/Crusible

Kowi, Krusibel atau dalam bahasa inggrisnya Crusible merupakan penyebutan dari barang yang sama, kowi/krusibel mempunyain fungsi sebagai dinding bagian dalam pada tungku pengecoran logam alumunium. Kowi/krusibel ini yang nantinya mendapat tekanan panas dari luar dan menyalurkan ke material didalamnya sehingga bisa mencair. maka salah satu sifat material dari krusibel harus mempunyai daya hantar panas yang baik dan juga mempunyai titik lebur lebih tinggi dari material yang dileburnya.

Penamaan kowi diambil dari penamaan tradisional sedangkan Penamaan krusibel diambil dari bentuknya permukaan dalamnya yang krus membentuk mangkok atau cangkir. meskipun tidak ada standard ukuran baku untuk kowi/krusibel 

berikut adalah bentuk kowi/krusibel dari besi cor

Junis material kowi ada banyak jenisnya akan tetapi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

  1. Kowi berbahan dasar logam
  2. Kowi berbahan dasar Non Logam

Untuk kowi berbahan logam biasanya terbuat dari besi cor dan ada juga bebrapa yang terbuat dari baja cor

sedangkan untuk kowi dari bahan dasar non logam biasanya terbuat dari bahan keramik atau dari karbon grafit.

sedangkan yang biasa kami buat kowi/krusibel dari bahan dasar logam baik dengan material Besi Cor (FC) atau Baja Cor (Steel)


Kamis, 30 April 2020

komponen mesin "poros Mesin Dryer Rotary" (Material FCD 700)

        Rotary Dryer merupakan perangkat pengeringan industri yang dirancang khusus untuk memproses material padat berupa tepung, granul, maupun butiran secara efisien. Proses dimulai dengan pengumpanan material melalui inlet menggunakan screw conveyor. Material kemudian bergerak di sepanjang drum yang berputar, di mana perpindahan panas terjadi secara konveksi maupun konduksi

    Kombinasi antara sudut kemiringan drum (inclination) dan keberadaan sirip-sirip internal (flights) berfungsi untuk mengangkat dan menjatuhkan material (showering). Mekanisme ini memastikan distribusi panas yang merata dan mendorong material secara progresif menuju outlet. Secara operasional, mesin ini sangat ideal untuk material yang memiliki stabilitas termal tinggi (tahan panas), tidak mudah hancur, dan memerlukan laju pengeringan yang cepat.

Sistem Kendali dan Otomasi (DCS)

Untuk menjamin konsistensi kualitas hasil pengeringan, sistem ini diintegrasikan dengan Distributed Control System (DCS).

  • Fungsi: Mengendalikan parameter kritis seperti suhu udara masuk (inlet air temperature), kecepatan putaran drum, dan laju pengumpanan material.

  • Keunggulan: DCS memungkinkan kendali terpadu yang adaptif, baik untuk proses kontinu maupun batch-oriented, sehingga meminimalkan human error dan meningkatkan efisiensi energi.

Metodologi Produksi: Lost Foam Casting

Mengingat kebutuhan komponen poros ini bersifat kustom (custom-made) dengan kuantitas produksi tunggal (1 piece), penggunaan metode Lost Foam Casting adalah keputusan teknis yang sangat tepat.

 

Mengapa Lost Foam?

  • Efisiensi Biaya: Tidak memerlukan pembuatan pola cetakan permanen yang mahal untuk produksi satuan.

  • Presisi Geometris: Memungkinkan pembentukan desain poros yang kompleks sesuai spesifikasi teknis tanpa banyak proses permesinan tambahan (machining).

  • Fleksibilitas: Pola (pattern) berbahan polistiren mudah dibentuk dan akan menguap saat logam cair dituangkan, menghasilkan replika logam yang akurat sesuai pola awal.

Material : Material Casting FCD

Dalam rekayasa mekanika, pemilihan material untuk poros penggerak drum berkapasitas besar umumnya diprioritaskan pada FCD (Ferrum Casting Ductile), atau yang secara teknis dikenal sebagai Ductile Cast Iron (Besi Cor Nodular). Penggunaan material ini didasari oleh karakteristik mekanisnya yang unggul, yang mampu mengisi celah performa antara besi cor konvensional dan baja karbon.





Kelebihan material FCD untuk Poros Rotary Dryer

1. Mikrostruktur Nodular

Berbeda dengan besi cor kelabu (Gray Iron) yang memiliki grafit berbentuk serpihan (flakes), grafit pada FCD berbentuk bulat atau nodul. Struktur ferrite perarlite ini secara signifikan mereduksi konsentrasi tegangan internal pada material. Karakteristik inilah yang memberikan sifat keuletan (ductility) tinggi, sehingga poros memiliki ketahanan terhadap retak maupun patah getas saat menerima beban kejut (impact load) dari operasional drum.

2. Ketahanan Lelah dan Stabilitas Torsional

Poros rotary dryer beroperasi secara kontinu dengan beban puntir (torque) yang besar. FCD memiliki batas luluh (yield strength) yang tinggi, hampir setara dengan baja karbon, namun dibekali kemampuan redaman (damping capacity) yang jauh lebih baik. Hal ini sangat krusial untuk mengabsorpsi getaran akibat distribusi material yang tidak merata di dalam drum (ketidakseimbangan beban).

3. Fluiditas dan Castability yang Optimal

Dalam konteks metode Lost Foam Casting, FCD merupakan material yang ideal karena memiliki titik lebur yang lebih rendah dibandingkan baja. Logam cair FCD memiliki tingkat fluiditas yang tinggi, sehingga mampu mengisi rongga pola foam yang kompleks dengan presisi tinggi serta meminimalisir risiko cacat cor (casting defects).

4. Ketahanan Tribologi dan Korosi

Mengingat rotary dryer sering terpapar kelembapan atau zat kimia dari material yang dikeringkan, FCD menawarkan ketahanan korosi yang lebih superior dibandingkan baja karbon biasa. Selain itu, kandungan grafit dalam strukturnya memberikan sifat pelumasan mandiri (self-lubricating), yang efektif memperpanjang usia pakai komponen pada area gesekan.

KarakteristikBesi Cor Kelabu (FC)Besi Cor Nodular (FCD)Baja Karbon
KeuletanSangat RendahTinggiSangat Tinggi
Redaman GetaranSangat TinggiTinggiRendah
Kekuatan TarikRendahTinggiTinggi
Biaya ProduksiEfisienKompetitifTinggi

Referensi Pendukung

  • Perry, R. H., & Green, D. W. (2018). Perry's Chemical Engineers' Handbook. McGraw-Hill (Untuk prinsip pengeringan dan desain rotary dryer).

  • Smith, C. L. (2010). Practical Process Control: Algorithms and Step-by-Step Methods. Wiley (Untuk pembahasan implementasi DCS).

  • Callister, W. D., & Rethwisch, D. G. (2018). Materials Science and Engineering: An Introduction. Wiley (Untuk pemilihan material poros berdasarkan kekuatan dan keuletan).

  • Davis, J. R. (1996). Cast Irons. ASM International. (Analisis spesifikasi teknis dan komparasi material FCD).

  • Elliott, R. (1988). Cast Iron Technology. Butterworth-Heinemann. (Studi pembentukan struktur nodul pada besi cor duktil).