Kamis, 14 Januari 2016

Andas Jembatan



Andas bisa disebut juga sendi, yaitu sendi yang diletakkan dibawah jembatan sebagai tumpuan beban dari bentangan jembatan.
andas ada 3 bagian yaitu andas hidup, Andas mati dan Rol, maksudnya andas mati yang tertanam di tanah, andas hidup adalah bagian andas yang bisa bergerak dan nemperl di bentangan jembatan dan rol sebagai poros bearing.
Jembatan merupakan alat bantu untuk menyeberang dari dataran satu ke dataran lain yang dipisahkan oleh sungai, laut,  lembah, jurang, atau danau, panjang dan lebar jembatan berbeda-beda tergantung jarak antar dataran dan kapasitas volume yang akan melewatinya.
setiap benda yang lewat diatasnya pasti memiliki masa yang berbeda-beda, sehingga pada tiap-tiap bagian bentangan jembatan menerima beban yang berbeda-beda pula, apalagi benda yang melewati merupakan benda yang bergerak, dan beban yang timbul merupakan beban yang berubah-ubah,
sebagai contoh ketika ada mobil yang melaju kencang diatas jembatan, dan tiba-tiba mobil itu mengerem sampai berhenti diatas jembatan, pada saat itu beban yang keluarkan mobil bisa beberapa kali lipat dari masa mobil itu, dan beban itu hanya bertumpu pada satu bagian saja yaitu di sekitaran bentangan jembatan dibawah ban mobil, sehingga kesimbangan jembatan tidak terjaga.


Apabila bentangan jembatan kaku tidak bisa melepaskan beban yang berubah-ubah maka jembatan akan melenting dan cepat rusak, bila dibiarkan terlalu lama bentangan jembatan akan patah.
untuk mengatasi hal tersebut maka andas hidup yang berporos pada rol bertumpu pad andas mati dapat bergoyang melepaskan beban yang berubah-ubah ini ke seluruh bagian bentangan jembatan sehingga beban yang diterima tiap bagian bentangan akan sama dan keseimbangan jembatan terjaga, yang terjadi bentangan jembatan tidak melenting

 

komponen andas terbuat dari material baja cor dan di machining pada bagian yang diassembly

 

 


 

Rabu, 13 Januari 2016

Roda Lori Kelapa Sawit














1. Peran Strategis Lori dalam Transportasi Sawit

Lori adalah gerbong angkut khusus yang dirancang untuk beroperasi di atas lintasan rel. Di perkebunan kelapa sawit, lori berfungsi sebagai tulang punggung transportasi untuk membawa Tandan Buah Segar (TBS) dari lahan menuju stasiun pengolahan.

Sebagai komponen yang bersentuhan langsung dengan rel, roda lori memikul tanggung jawab besar. Roda ini harus mampu menahan beban tekan statis sekaligus beban gesek dinamis yang ekstrem. Mengingat kondisi kerja yang berat, roda lori dikategorikan sebagai consumable parts yang memerlukan pemantauan berkala terhadap keausan (wear) guna mencegah kegagalan struktur.

Kapasitas Angkut Standar

Dimensi dan kekuatan roda disesuaikan dengan kapasitas angkut lori yang umumnya meliputi:

  • Lori Kapasitas Ringan: 2,5 Ton
  • Lori Kapasitas Menengah: 4 – 5 Ton
  • Lori Kapasitas Berat: Hingga 10 Ton

2. Implementasi Material FCD (Ferrum Casting Ductile)

Pemilihan material adalah faktor penentu lifetime (umur pakai) roda lori. Material yang paling direkomendasikan untuk komponen ini adalah FCD (Ferrum Casting Ductile) atau Besi Cor Nodular.

Mengapa Memilih FCD?

  • Struktur Mikro Nodular: Berbeda dengan besi cor biasa, grafit pada FCD berbentuk bulat (nodul). Struktur ini meminimalisir konsentrasi tegangan, memberikan sifat keuletan (ductility) yang mencegah roda pecah saat menerima beban kejut.
  • Ketahanan Lelah (Fatigue Resistance): FCD 500 atau FCD 600 memiliki yield strength tinggi yang mampu menahan beban puntir dan tekanan beban maksimal secara kontinu.
  • Redaman Getaran: Memiliki kemampuan menyerap getaran lebih baik dari baja karbon, sehingga mengurangi tingkat kebisingan dan kerusakan pada rel.
  • Self-Lubricating: Kandungan grafit membantu mengurangi gesekan langsung, sangat berguna saat terjadi panas berlebih akibat pemuaian di atas rel.

3. Analisis Sistem Bantalan: Ball Bearing vs. Metal Bushing

Dalam satu unit gerbong lori, terdapat 4 roda yang dipasang pada poros (As Shaft). Pemilihan jenis bantalan antara roda dan poros sangat krusial bagi kemudahan mobilisasi lori.

Kriteria

Ball Bearing (Bantalan Gelinding)

Metal Bushing (Bantalan Luncur)

Gesekan

Sangat Rendah (Lori lebih ringan ditarik)

Lebih Tinggi (Butuh tenaga awal besar)

Ketahanan Beban

Rentan terhadap beban kejut ekstrem

Sangat Kuat menahan beban kejut/benturan

Kondisi Lapangan

Sensitif terhadap debu dan pasir

Toleran terhadap kotoran dan lingkungan asam

Biaya & Perawatan

Mahal, penggantian harus satu blok

Ekonomis, cukup ganti lapisan logamnya saja

Rekomendasi: Untuk lori kapasitas 5–10 ton, penggunaan Metal Bushing (Bronze/FCD) lebih disukai karena ketangguhannya di medan berat, meskipun memerlukan pelumasan grease secara rutin.

4. Mekanisme Kerja dan Perawatan Rel

Selama beroperasi, gesekan antara roda dan rel akan menghasilkan panas yang memicu pemuaian logam. Untuk memitigasi keausan dini, operator biasanya menerapkan metode penaburan pasir di atas rel. Pasir berfungsi untuk:

  1. Meningkatkan Traksi: Mencegah selip (skidding) saat lori membawa beban maksimal.
  2. Proteksi Logam: Menjadi lapisan antara yang mengurangi kontak langsung yang bersifat merusak antara roda dan rel.

Kesimpulan

Kesuksesan operasional transportasi sawit sangat bergantung pada sinergi antara desain roda yang presisi, pemilihan material FCD yang tepat, dan pemilihan jenis bantalan yang sesuai dengan beban kerja. Dengan material FCD 500 dan sistem metal bushing, lori akan memiliki daya tahan maksimal dengan biaya perawatan yang kompetitif.

Referensi Teknis:

  • Davis, J. R. (1996). Cast Irons. ASM International.
  • Shigley, J. E. Standard Handbook of Machine Design. McGraw-Hill Education.
  • JIS G5502 Standard. Ductile Iron Castings Specifications.

Minggu, 10 Januari 2016

Pengecoran Logam


A.     PENGECORAN LOGAM
Pengecoran logam adalah proses Manufaktur Produk logam dengan cara, mencairkan logam sampai suhu tertentu dan dengan komposisi tertentu, kemudian dituangkan pada rongga cetakan yang sudah disiapkan. 
Jadi pengecoran logam tidak hanya mencairkan logam lalu dituangkan ke dalam cetakan saja, tapi untuk menghasilkan produk cor yang berkualitas ada kaedah-kaedah yang harus dipenuhi diantaranya :
  1.  Komposisi unsur-unsur di dalam logam cair harus disesuaikan dengan cara diramu sesuai dengan komposisi target.
  2. Temperatur/Suhu harus diatur ideal sesuai material yang di lebur.
  3. Untuk beberapa material paduan, kemampuan fungsi tidak langsung didapat setelah dicor, tapi diperlukan proses perlakuan panas (heat treatment)
  4. Produk harus dihindarkan dari keropos atau cacat cor
  5. dll
B.      PERAN PENGECORAN LOGAM
pengecoran logam mempunyai peran yang sangat vital bagi kehidupan manusia, karena semua peralatan di dunia ini banyak yang dibuat dengan proses pengecoran,  sebagai contoh komponen alat Transpotasi, peralatan rumah tangga, alat kesehatan, alat konstruksi, dan komponen mesin-mesin industri dan manufaktur.

sampai saat ini produk- produk cor yang dihasilkan dikembangkan agar semakin bermutu dan berdaya daya guna tinggi, hal itu diakukan tidak lain hanya untuk menekan biaya produksi dan menambah umur pakai (life time) dengan memaksimalkan fungsi kerja dari produk cor yang dibuat tersebut.

Sebagai contoh Pengembangan yang telah dilakukan adalah memodifikasi material dengan memasukkan unsur-unsur paduan dan memodifikasi dengan proses perlakuan panas (Heat Treatment). Dengan modifikasi itu daya guna yang tersimpan dari material bisa keluar dan bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Hasil modifikasi material itu bisa meningkat tahan panasnya, meningkat kuat tariknya, meningkat tahan geseknya, meningkat ketahanan terhadap zat asam/basa, memperkecil pemuaiannya, dan masih banyak lagi.

pengecoran logam juga merupakan industri ramah lingkungan, karena lebih dari separuh bahan baku yang digunakan merupakan bahan bekas atau bahan daur ulang. Bahkan pengecoran logam bisa disebut dengan industri pembersih lingkungan dari bahan bekas. Bahkan limbah yang diasilkan dari proses pengecoran tidak lah banyak, hanya asap, debu, terak, pasir bekas cetakan dan suara yang tidak begitu tinggi tingkat polusinya.


C.      KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PROSES PENGECORAN
Produk pengecoran logam mempunya spesifikasi bentuk dan dimensi yang khas, karena proses pembuatannya dilakukan dengan mengubah fase bahan dari cair menjadi padat. Pembentukan benda dilakukan secara sekaligus dan tidak dilakukan dengan perakitan bagian-bagian benda.
  •   Keuntungan yang didapat dari produk pengecoran logam secara umum adalah:
a)  Dapat membuat bentuk yang rumit.
b)  Dapat menghemat waktu dan pengerjaan untuk produk massal.
c)   Dapat memakai bahan yang tidak dapat dikerjakan dengan proses pemesinan.
d)  Ukuran produk tidak terbatas.
e)  Bahan dasar dapat didaur ulang.
  • Kekurangan yang dimiliki oleh produk pengecoran logam adalah:
a)  Kurang ekonomis untuk produksi dalam jumlah kecil.
b)  Permukaan yang dihasilkan umumnya lebih kasar daripada produk pemesinan
c)  Toleransi kepresisian ukuran harus lebih besar daripada produk pemesinan.

D.     MACAM CONTOH PRODUK COR LOGAM
a)      Komponen Alat Transportasi
1.   Velg


Proses pembuatan velg dengan memakai proses pengecoran logam. Metode cetakan yang dipakai adalah dengan cetakan logam, metode memasukkan cairan ke cetakan ada beberapa cara, ada yang manual dan ada yang memakai mesin, yang manual disebut gravity casting, yang memakai mesin disebut die casting, die casting ada 2 tergantung tekanan, low pressure casting dan high pressure casting.
Bahan baku pembuatan velg adalah alumunium batangan (Inggot), sedangkan jenisnya antara lain : ADC 12, ADC 6, YDC 11, YDC 20, AC 2 B, AC 4 B, A 356, HD 4, dan HD 2.

2.   Blok Mesin
Pada awalnya blok mesin dibuat dari besi cor paduan, tapi karena semakin kompleksnya tuntutan kerja dan daya tahan mesin, seperti kecepatan dan daya tahan mesin kendaraan, kemudian dikembangkan dengan material yang ringan tapi mempunyai kemampuan sama bahkan melebihi kemampuan besi cor. Salah satu material yang dipakai adalah Alumunium paduan, dengan menggunakan alumunium paduan performa mesin kendaraan menjadi meningkat dan lebih efisien penggunaan bahan bakar. Bahkan sekarang mobil-mobil balap sudah dekembangkan memakai material blok mesin memakai komposit
3.   Poros Engkol (Crank Shaft)

Poros engkol terbuat dari material besi cor nodular (FCD) dan di lanjutkan dengan proses perlakuan panas (heattreatment)




b)      Komponen mesin-mesin industri
1.      Meja mesin


Meja mesin terbuat daru besi cor (FC), karena struktur mikro dari besi cor lamelar sehingga dapat meredam getaran ketika mesin dioperasikan








2.      Spidle

Spindle ada yang terbuat dari Besi Cor ada juga yang terbuat dari Besi cor nodular







3.      Gear box

Gear Box terbuat dari besi cor karena karakter besi cor dapat meredam getaran











4.      Casing Pump

Material Casing pump ada bermacam macam, ada yang terbuat dari besi cor, ada yang terbuat dari stainless steeel, ada yang terbuat dari broze, untuk penentuan material yang dipakai tergantung air yang akan di hisap, yang digunakan pada air tawar, ada yang digunakan pada air asam, dan ada yang digunakan pada air asin, untuk air






c)      Alat Rumah Tangga
1.      Wajan













2.      Hot plate














d)      Untuk Kesehatan
1.      Pen untuk menyambung patah tulang


















Pen untuk patah tulang adalah titanium



 
 
E.      DIAGRAM ALIR PROSES PENGECORAN LOGAM